
KAYONG UTARA – Mewujudkan budaya sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja bersama lintas sektor untuk memastikan lingkungan pendidikan mampu memberikan rasa aman sekaligus mendukung tumbuh kembang dan kepentingan terbaik anak.
Hal ini disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat, saat membuka Workshop Pengembangan Peta Jalan Pembentukan dan Penguatan Dukungan Program Pokja BSAN, di Hotel Mahkota Sukadana, Kamis (1/10).
“Budaya sekolah aman dan nyaman merupakan tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu keberadaan Pokja BSAN harus mampu menjadi ruang koordinasi lintas sektor, bukan hanya sebagai struktur, tetapi sebagai wadah untuk menyatukan program, peran, dan sumber daya yang dimiliki masing-masing perangkat daerah,” tegas Erwin.
Ia menjelaskan, sejumlah tahapan persiapan telah dilakukan, termasuk workshop persiapan pembentukan Pokja dan penguatan kapasitas Pokja BSAN. Tim perlindungan anak di tingkat satuan pendidikan juga telah dibentuk. Selanjutnya, penyusunan program kerja dan peta jalan menjadi bagian penting untuk memberikan arah bagi pelaksanaan program BSAN di Kabupaten Kayong Utara.
“Saya berharap ini menghasilkan bukan hanya kesepahaman, tapi juga arah dan langkah yang konkret sebagai dasar penyusunan peta jalan Pokja BSAN Kabupaten Kayong Utara,” ujarnya. (Red)
