
KAYONG UTARA – Keamanan di lingkungan sekolah kembali menjadi sorotan tajam. SMPN 5 Sukadana lagi-lagi menjadi sasaran empuk aksi pencurian pada Selasa (14/04). Pasalnya, ini merupakan kali keenam sekolah tersebut dibobol maling, sementara para pelaku masih melenggang bebas.
Sementara, rentetan aksi kriminal yang berulang ini memicu kekhawatiran serius di kalangan tenaga pendidik. Pihak sekolah berharap besar agar pihak kepolisian dapat segera mengakhiri teror pencurian ini.
“Ini sudah kejadian keenam kalinya. Kami sangat berharap pihak kepolisian bisa segera membekuk pelakunya,” ujar salah seorang guru SMPN 5 Sukadana yang meminta identitasnya dirahasiakan, pada Rabu (15/04).
Menanggapi hal tersebut, Kapolsek Sukadana, Muhammad Iqbal, menyampaikan permohonan maaf kepada publik atas keterlambatan jajarannya dalam mengungkap kasus yang meresahkan ini.
“Saya selaku Kapolsek Sukadana memohon maaf kepada masyarakat karena hingga saat ini kami belum berhasil mengungkap perkara tersebut,” ungkap Iqbal.
Menurut Iqbal, timnya saat ini tengah bekerja ekstra keras untuk memperkuat bukti-bukti di lapangan. Ia mengakui bahwa proses identifikasi pelaku memerlukan alat bukti yang solid agar kasus ini bisa tuntas secara hukum.
Kapolsek Iqbal menegaskan komitmennya untuk segera menyelesaikan kasus ini dalam waktu dekat guna memulihkan rasa aman di masyarakat. Ia juga mengimbau warga untuk tidak ragu melaporkan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Insya Allah, dalam waktu dekat kami berjanji akan mengungkap kasus ini. Keamanan masyarakat adalah prioritas dan tanggung jawab kami,” tegas Iqbal menutup pembicaraan.
Layanan Aduan Masyarakat:
Bagi warga yang memiliki informasi terkait kasus ini, silakan hubungi:
Polsek Sukadana: +62 851-3886-4461
Layanan Darurat Polres Kayong Utara: 110. (Red)
