
KAYONG UTARA – Kabupaten Kayong Utara hampir mencapai kesempurnaan dalam cakupan perlindungan kesehatan masyarakat. Dengan angka Universal Health Coverage (UHC) yang kini menyentuh 99,69%, pemerintah daerah fokus memperkuat kerja sama dengan BPJS Kesehatan guna memastikan akses medis warga tetap stabil dan tidak terputus.
Diketahui, langkah strategis ini dibahas dalam Forum Komunikasi Implementasi Strategi Penguatan Rekrutmen dan Reaktivasi Peserta yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Sukadana, Rabu (03/6/). Pertemuan ini juga dihadiri langsung oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, Sekretaris Daerah Erwin Sudrajat, serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Evi Retno Nurlianti.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pontianak, Evi Retno Nurlianti, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi Pemkab Kayong Utara. Dari total populasi, sebanyak 127.644 jiwa telah terdaftar sebagai peserta JKN.
“Terima kasih bapak Bupati beserta jajaran, bahwa capaian UHC Kabupaten Kayong Utara telah mencapai 99,69 persen, dengan jumlah peserta JKN sebanyak 127.644 jiwa. Tingkat keaktifan peserta juga tercatat mencapai 88,61 persen, menunjukkan tingginya akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan melalui Program JKN,” jelas Evi.
Evi menekankan bahwa meski angka cakupan sudah sangat baik, fokus berikutnya adalah memastikan status kepesertaan tersebut tetap aktif.
“Kayong Utara menjadi salah satu daerah dengan capaian UHC yang sangat baik. Namun demikian, tantangan ke depan adalah menjaga tingkat keaktifan peserta agar masyarakat tetap mendapatkan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini juga, Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, menyambut baik hasil tersebut. Namun, ia menyadari bahwa di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif, pemerintah daerah perlu mencari cara kreatif agar beban anggaran daerah (APBD) tetap sehat tanpa mengurangi hak kesehatan warga.
Untuk itu, Bupati Romi mendorong adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk peran sektor swasta atau yayasan dalam membantu pembiayaan iuran masyarakat.
“Saya pikir semuanya sudah berjalan dengan baik, mulai dari proses rekonsiliasi data dan berbagai langkah yang telah dilakukan. Yang menarik adalah bagaimana kita terus membangun dukungan dan sinergi. tadi misalnya yang MBG-MBG ini kan kalau mereka iurannya dibayarkan oleh yayasan, kan bisa meringankan beban Pemda,” ujar Bupati Romi.
Selain itu, menegaskan bahwa sinergi adalah kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian kondisi fiskal saat ini.
“Langkah-langkah seperti ini penting dalam rangka mengurangi beban daerah. Apalagi situasi dan kondisi saat ini kita pahami bersama penuh dengan ketidakpastian. Karena itu, sinergi menjadi kunci agar perlindungan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal. Terima kasih, saya pikir semuanya berjalan dengan cukup baik,” tambahnya. (Red)
