
KAYONGUTARA – Harapan masyarakat Kayong Utara untuk melihat perbaikan jalan yang menyeluruh pada tahun 2026 tampaknya harus tertunda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara mengakui bahwa kondisi keuangan daerah saat ini sedang dalam tekanan besar, sehingga pembangunan infrastruktur skala besar sulit untuk direalisasikan.
Dalam kesempatannya, Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, mengungkapkan bahwa keterbatasan fiskal menjadi penghalang utama. Ruas jalan yang menjadi sorotan, seperti jalur Teluk Batang hingga Seponti, memang masih dalam kondisi rusak berat dan menghambat mobilitas ekonomi warga. Namun, anggaran yang tersedia dalam APBD 2026 dinilai belum mencukupi untuk melakukan perbaikan maksimal.
Amru menjelaskan bahwa penyusunan program pembangunan sangat bergantung pada pendapatan daerah. Sayangnya, ruang gerak pemerintah daerah makin sempit akibat kebijakan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
“Pembangunan itu dasarnya adalah anggaran. Kita harus melihat pendapatan dulu baru bicara pengeluaran. Saat ini, kita harus patuh pada kebijakan pusat terkait pengurangan anggaran karena kita berada dalam satu hierarki pemerintahan,” ujar Amru kepada awak media, pada Rabu (14/1/2026).

Di tengah kebuntuan anggaran ini, pemerintah daerah menawarkan solusi alternatif melalui partisipasi masyarakat. Amru mengajak warga untuk tidak sepenuhnya bergantung pada bantuan pemerintah, melainkan menghidupkan kembali semangat gotong royong.
Meskipun memprioritaskan kemandirian masyarakat untuk sementara, Pemkab Kayong Utara menyatakan tetap berkomitmen untuk mencari celah dukungan anggaran dari pemerintah pusat guna memperbaiki layanan publik di masa mendatang. (Red)
