
JAKARTA – Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), secara terang-terangan mengungkapkan bahwa dirinya merupakan sosok di balik keputusan petinju kebanggaan Indonesia, Daud Yordan, untuk terjun ke dunia politik.
Dalam kesempatannya, OSO menyebutkan bahwa awalnya Daud Yordan sempat enggan untuk terlibat dalam urusan politik. Namun, dirinya merasa perlu memberikan dorongan agar sang atlet terus berkontribusi bagi bangsa di bidang yang berbeda.
“Anak saya, petinju, dulu nggak mau di politik, nggak mau ngurus-ngurusin. Sekarang dia sudah mau. Itu saya paksa dia,” ujar OSO disambut tawa dan tepuk tangan para kader yang hadir, pada Rabu, (21/01).
Menurut OSO, keputusan untuk “memaksa” Daud Yordan masuk ke politik bukan tanpa alasan. Ia menilai karier sebagai atlet profesional memiliki batasan waktu, sehingga transisi ke dunia politik dan organisasi keolahragaan menjadi langkah yang strategis.
Daud Yordan kini tidak hanya dikenal sebagai petinju dunia, tetapi juga telah memegang peran penting dalam struktur organisasi olahraga sebagai Ketua KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) di daerahnya. OSO berharap pengalaman Daud sebagai atlet dapat membawa perspektif baru dalam kebijakan olahraga nasional.
Saat namanya disebut oleh OSO, Daud Yordan yang mengenakan seragam kebesaran partai berwarna oranye tampak berdiri dan memberikan hormat kepada hadirin. Momen ini mempertegas posisi Daud sebagai salah satu tokoh muda potensial yang bergabung di bawah naungan Partai Hanura.
Hadirnya tokoh olahraga seperti Daud Yordan diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk lebih peduli terhadap perkembangan politik dan olahraga di Indonesia. (Red)
