
KAYONG UTARA – Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Simpang Hilir membantah sejumlah isu yang beredar terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mulai dari tudingan adanya zat berbahaya dalam makanan yang didistribusikan hingga kabar bahwa dapur operasional berada di bekas bangunan sarang walet yang dinilai tidak layak digunakan.
Kepala SPPG Simpang Hilir, Teluk Melano, Ansori, menegaskan bahwa seluruh makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat telah melalui proses pengawasan dan pengujian laboratorium. Berdasarkan hasil uji laboratorium yang diterbitkan pada 20 Oktober 2025, tidak ditemukan kandungan zat berbahaya pada bahan makanan maupun menu yang didistribusikan dalam program tersebut.
“Hasil uji laboratorium sudah keluar dan hasilnya negatif. Jadi kami tidak berbicara berdasarkan spekulasi, tetapi berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai muncul pemberitaan yang tidak jelas hingga melakukan penggiringan opini yang menyesatkan dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat,” kata Ansori, Kamis (04/6).
Ia menegaskan, informasi yang menyebut makanan Program MBG mengandung zat berbahaya tidak sesuai dengan fakta yang ada. Karena itu, masyarakat diminta lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar dan mengedepankan hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan.
Selain isu terkait keamanan makanan, Ansori juga membantah tudingan bahwa dapur MBG beroperasi di bangunan bekas sarang walet yang tidak memenuhi standar kesehatan. Menurutnya, bangunan tersebut sudah lama tidak difungsikan sebagai sarang walet sebelum digunakan sebagai fasilitas pengolahan makanan.
Ia menjelaskan, sebelum mulai beroperasi, pihak mitra telah melakukan renovasi, pembersihan, dan penataan ulang bangunan agar sesuai dengan standar operasional yang berlaku.
“Itu tidak benar. Bangunan tersebut sudah lama tidak digunakan sebagai sarang walet. Sebelum dijadikan dapur, seluruh area telah dilakukan perbaikan dan pembersihan secara menyeluruh sehingga dinyatakan layak untuk beroperasi,” tegasnya.
Pernyataan tersebut turut diperkuat oleh Camat Simpang Hilir, M. Achfan. Ia memastikan bangunan yang kini digunakan sebagai dapur SPPG tidak lagi berfungsi sebagai sarang walet jauh sebelum dimanfaatkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.
Menurut Achfan, proses pembersihan dan perbaikan bangunan telah dilakukan sebelum dapur mulai beroperasi. Ia juga menegaskan bahwa hasil pengujian laboratorium menunjukkan makanan yang diproduksi dan didistribusikan kepada penerima manfaat aman untuk dikonsumsi.
“Bangunan itu sudah lama tidak difungsikan sebagai sarang walet. Ketika dijadikan dapur MBG, memang sama pemiliknya sudah lama tidak difungsikan lagi. Hasil uji laboratorium juga menyatakan tidak ditemukan bahan atau zat berbahaya pada makanan yang sebelumnya sempat diisukan beracun,” ujarnya.
Lebih lanjut, Achfan mengajak masyarakat untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis karena dinilai memberikan manfaat nyata, baik dalam meningkatkan pemenuhan gizi anak-anak maupun mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Ia menyebut keberadaan dapur MBG turut membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar dan membantu meringankan beban pengeluaran keluarga untuk kebutuhan konsumsi anak.
“Program ini memberikan dampak positif yang besar. Banyak tenaga kerja lokal yang terserap, dan para orang tua juga sangat terbantu, terutama dalam mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan makan anak-anak,” tuturnya.
Pemerintah Kecamatan Simpang Hilir berharap masyarakat dapat menyikapi berbagai informasi yang beredar secara objektif dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi. Dengan demikian, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan optimal dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat serta kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Kayong Utara. (Red)
