
KAYONG UTARA – Harapan akan fasilitas pendidikan yang layak masih menjadi mimpi bagi para siswa – siswi SDN 32 Jelutung, Kecamatan Simpang Hilir. Di tengah kondisi bangunan yang belum permanen dan keterbatasan sarana, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara kini didesak untuk segera turun tangan menuntaskan pembangunan gedung sekolah yang sebelumnya sempat roboh tersebut.
Hal ini turut disampaikan oleh salah seorang warga setempat yang meminta identitasnya tidak disebutkan. Ia menaruh harapan besar agar pemerintah daerah melalui dinas terkait segera turun tangan melihat keadaan di lapangan.
“Kondisi terkini SDN 32 Jelutung, semoga pihak terkait segera turun melihat langsung kondisi sekolah ini,” kata warga setempat.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, membenarkan bahwa kondisi infrastruktur di SDN 32 Jelutung memang belum sepenuhnya memadai.
“Betol bang, karena sekolah ini kondisinya sudah roboh sebelumnya. Tahun lalu baru mampu kite bangun 2 lokal, sisanya memang masih di bangunan sementara,” ungkap Jumadi saat dikonfirmasi awak media pada Selasa (21/04).
Meski saat ini sebagian siswa masih harus belajar di bangunan sementara, pihak Dinas Pendidikan menyatakan tetap mengupayakan agar sisa bangunan yang belum permanen dapat segera ditangani.
Seperti diketahui, kondisi SDN 32 Jelutung ini menjadi pengingat bagi pemerintah daerah akan pentingnya pemerataan infrastruktur pendidikan, terutama di wilayah-wilayah terpencil agar standar kualitas belajar mengajar tidak tertinggal dari wilayah perkotaan. (Red)
