
KAYONG UTARA – Menanggapi ancaman krisis iklim yang kian nyata, Kolaborasi Lembaga Pondasi Rumah Hijau (PRH) dengan Delta Kapuas Project menyelenggarakan “Pelatihan Kepemimpinan Mitigasi Perubahan Iklim Delta Kapuas Project”.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 18-20 April 2026 di Cafe Bilafira, Kecamatan Sukadana ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kapasitas pengelola Hutan Desa dan perangkat desa di wilayah pesisir khususnya Kabupaten Kayong Utara.
Diketahui, pelatihan ini dilatarbelakangi oleh kerentanan wilayah pedesaan dan pesisir, khususnya di Kecamatan Pulau Maya, terhadap perubahan lingkungan. Sebagai wilayah yang memiliki ekosistem krusial seperti mangrove dan gambut, Pulau Maya memerlukan kepemimpinan lokal yang kuat untuk menjaga kelestarian alam.

Selain itu, kegiatan ini berfokus pada penguatan peran perempuan yang selama ini sering terpinggirkan dalam pengambilan keputusan terkait lingkungan.
“Harapan saya, ilmu dan pengalaman yang didapat peserta dapat diterapkan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap bencana. Khusus untuk peserta perempuan, kami berharap mereka menjadi agen perubahan yang aktif memimpin aksi positif di desanya,” ujar Zulhiar, Direktur Pondasi Rumah Hijau.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Pulau Maya, Kepala Desa Pulau Maya, beberapa Ketua BPD se-Pulau Maya, Pengurus Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), Perwakilan kelompok perempuan/gender, serta Pendamping Perhutanan Sosial.

Tak hanya itu, narasumber yang dihadirkan pun berasal dari pakar dan praktisi di bidangnya, mulai dari Balai Perhutanan Sosial (BPSKL) Wilayah Pontianak, DLHK Provinsi Kalbar, UPT KPH Wilayah Kayong, PT Belantara Sejahtera Mandiri (BSM), Lembaga PRCF Indonesia, hingga aktivis gender dan tim ahli Delta Kapuas Project.
Dalam kesempatannya, Ketua LPHD Tanjung Satai, Hidayat memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.
“Pelatihan ini sangat baik untuk meningkatkan kapasitas kami sebagai pengelola hutan desa. Materi yang disampaikan sangat akurat dan mudah dipahami karena sesuai dengan keadaan nyata yang kami hadapi di lapangan,” ungkapnya.
Diharapkan dari pelatihan tiga hari ini bukan sekadar pemahaman teori. Peserta didorong untuk memiliki keterampilan dalam mengidentifikasi masalah desa secara mandiri dan menyusun rencana aksi kelompok untuk pengelolaan Hutan Desa di Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara.
Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan pihak swasta, Pelatihan Kepemimpinan ini diharapkan menjadi pondasi terciptanya tata kelola lingkungan yang aman, efektif, dan efisien demi masa depan pesisir Kalimantan Barat yang lebih hijau. (Red)
