
KAYONG UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan gambut di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat. Kobaran api yang diduga bersumber dari area konsesi PT Mayawana Persada kini dilaporkan telah merambat dan memasuki wilayah perkebunan kelapa sawit milik PT Jalin Vaneo.
Berdasarkan keterangan dari Aktivis Ijul KKU di lokasi kejadian pada Rabu (9/9), kabut asap pekat tampak menyelimuti area perkebunan dan membatasi jarak pandang secara drastis. Hamparan tanah gambut di lokasi kejadian terlihat hangus menghitam dengan sisa-sisa kayu yang terbakar. Sejumlah tim pemadam kebakaran berada di lokasi untuk menyemprotkan air guna menahan laju rembetan api.
Di lokasi kejadian, seorang aktivis yang merekam situasi membeberkan kondisi terkini terkait paparan asap pekat serta dugaan asal-usul munculnya titik api di area perkebunan tersebut.
“Bisa kita lihat asap sangat tebal, kabut di lokasi PT Jalin Vaneo. Cuma ndak tahu nih sumber apinya, katanya sih dari PT lahan konsesi Mayawana apinya. Ini di hutan ini kami, kita harus pastikan lagi,” ujar Ijul KKU, Jum’at (11/9).
Sementara itu, petugas pemadam kebakaran di lapangan mengonfirmasi bahaya kebakaran gambut yang terus mengancam area sekitar. Petugas membenarkan bahwa pergerakan api telah menyeberang dan mulai membakar bagian dari konsesi tetangga.
“Setiap hari kami siaga untuk menjaga hutan ini. Areal sudah masuk ini,” ungkap salah seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Setelah dikonfirmasi awak media, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait karhutla di wilayah tersebut.
Hingga saat ini, upaya pemadaman dan pendinginan (cooling down) terus dilanjutkan oleh tim pemadam di lapangan guna memastikan bara api di bawah permukaan tanah gambut tidak kembali memicu kobaran baru. (Red)
