
KETAPANG – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang terus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat.
Diketahui, dalam upaya pemadaman yang masih berlangsung, mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut turun langsung membantu para relawan memadamkan api dan menyerahkan bantuan logistik di dua Kecamatan yakni, di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) dan Desa Tanjungpura, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang
Perwakilan mitra MBG, Muhammad Yusuf, mendatangi lokasi karhutla di wilayah transmigrasi TR3, Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan (MHS) Kabupaten Ketapang, Kamis (10/9).
Yusuf bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Relawan Anti Api dan Asap Kalimantan Barat ikut terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran yang masih terjadi di kawasan tersebut.
Tak hanya membantu proses pemadaman, mitra MBG juga menyerahkan sejumlah kebutuhan untuk mendukung para relawan yang bekerja di tengah kondisi lapangan yang berat.
Bantuan tersebut berupa alat pelindung diri (APD), vitamin, air minum kemasa sebanyak 200 galon serta logistik lainnya.
“Kita juga ingin membantu teman-teman relawan, yakni untuk APD, bantuan APD dan lain-lain termasuk vitamin dan sebagainya,” ujar Yusuf saat ditemui di lokasi karhutla.
Menurut Yusuf, dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap para relawan yang terus berada di lapangan menangani karhutla, terutama di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Ketapang.
Ia mengatakan, pihaknya berencana memantau kondisi karhutla di sejumlah wilayah lain dan melihat kebutuhan para relawan yang terlibat dalam penanganan kebakaran.
“InsyaAllah ke depannya kita akan pantau di titik-titik lain, di kecamatan-kecamatan lain seperti MHU, Muara Pawan, Kecamatan Kendawangan. Kami tetap perhatian juga terhadap kegiatan kawan-kawan, relawan semuanya dari TNI, Polri yang ikut berkecimpung di dalam pemadaman api ini,” katanya.
Yusuf berharap hujan segera turun untuk membantu memadamkan api dan mengurangi dampak karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Ketapang.
Ia menyebut doa bersama juga menjadi salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan agar hujan segera turun.
“Ya harapan kita mudah-mudahan cepat turunnya hujan seperti itu. Salah satu kita juga mengadakan doa bersama dan sebagainya, salah satunya minta cepat turunnya hujan,” harapnya.
Sementara itu, Ketua MPA Desa Sungai Besar, Masturi, yang juga tergabung dalam Relawan Antiasap dan Api Kalimantan Barat, mengapresiasi dukungan yang diberikan dalam penanganan karhutla.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Badan Gizi Nasional (BGN) yang turut menunjukkan kepedulian terhadap kondisi karhutla dan para relawan di Desa Sungai Besar.
“Saya sebagai Ketua Masyarakat Peduli Api yang sekaligus tergabung di Relawan Antiasap dan Api, dalam hal ini atas nama masyarakat peduli api serta masyarakat luas umumnya di Desa Sungai Besar mengucapkan terima kasih kepada BGN yang sudah ikut peduli dalam rangka menangani kebakaran hutan dan lahan yang terjadi pada saat ini,” pungkasnya. (Red)
