
SUARA_KAYONGUTARA – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintah pusat hingga kini belum tersentuh ke anak-anak di pelosok desa, salah satunya di SD Negeri 10 Kemboja Baru, Kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara.
Saat dikonfirmasi, kepala sekolah SD Negeri 10 Kemboja Baru, Ibu Sunarti (41) membenarkan bahwa program MBG tempat ia bertugas hingga kini belum terialisasikan olah pihak berwenang.
“Kemarin saya sudah coba koordisi sama dapur yang ada di Pulau Maya, namun untuk pendistribusian (MBG) sangat jauh bisa memakan waktu satu jaman lebih, dengan kondisi jalan juga tidak memadai.” kata Kepala SD Negeri 10 Kemboja Baru, Sunarti kepada awak media, pada Sabtu (01/11/2025).
Untuk itu, Sunarti mengungkapkan bahwa untuk pendistribusian makanan (MBG) lebih mudah ditempuh dengan dapur yang berada di wilayah Kecamatan Teluk Batang.
“Ya, bisa dibilang lebih mudah, kalau pendistribusian (MBG) dari dapur yang ada di Teluk Batang, waktu tempuh penyeberangan kurang lebih 10 menit mengunakan kapal penyeberangan kelotok.” ungkapnya.
Untuk itu, dirinya mengatakan bahwa jarak waktu tempuh dari pelabuhan Kemboja Baru ke SD Negeri 10 hanya kurang lebih 20 menit perjalanan menggunakan kendaraan sepeda motor.” tambahnya.
Menanggapi isu pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di wilayah Kemboja Baru, Sunarti menilai hal tersebut dikuatirkan tidak efektip hanya untuk melayani 18 murid SD Negeri 10 Kemboja Baru.
“Ya saya selaku pihak sekolah tentunya sangat berterima kasih, adanya dapur (MBG) 3T, namun apakah efektif hanya untuk 18 murid, dan ini saya rasa perlu dikaji ulang, sebab bisa dibilang mubazir, kan sayang menghabiskan uang negara namun asas manfaatnya minim. ” pungkasnya.
Seperti diketahui, menurut pantauan dilapangan bahwa bangunan SD Negeri 10 Kemboja Baru masih terlihat kokoh, proses belajaran terus dilakukan para pendidik. Namun ironisnya di Kemboja Baru tersebut yang dulunya lahan pertanian sekarang terpantau menjadi lahan kelapa sawit. (Red)
