
PONTIANAK – Dalam rangka meningkatkan kapasitas lembaga penyedia layanan perlindungan perempuan, Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pontianak menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Peran Serta Masyarakat pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kota Pontianak”.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu, (08/04), mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, bertempat di Kantor Wali Kota Pontianak.
Sosialisasi tersebut bertujuan untuk memperkuat upaya penanganan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) secara komprehensif dengan pendekatan yang berperspektif korban. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk meningkatkan sinergi antar lembaga dalam memberikan layanan perlindungan yang lebih efektif dan terpadu.
Dalam kesempatan tersebut, Hazilina menyampaikan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, sistem layanan, serta koordinasi antar lembaga dalam menangani kasus TPPO.
“Dengan pendekatan yang berperspektif HAM, gender, dan berorientasi pada korban, layanan yang diberikan akan menjadi lebih profesional, responsif, serta tidak menimbulkan reviktimisasi,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan materi terkait PPKPT (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi) yang melibatkan Universitas Muhammadiyah Pontianak sebagai bagian dari upaya memperluas peran institusi pendidikan dalam pencegahan TPPO.
Lebih lanjut, Hazilina menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, guna memastikan program perlindungan terhadap korban TPPO dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Kami juga berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran serta partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan TPPO di Kota Pontianak,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan upaya perlindungan, pemulihan, hingga pemberdayaan korban TPPO dapat terlaksana secara maksimal, berkeadilan, dan berkelanjutan di Kota Pontianak. (Red)
