
KAYONG UTARA – Kebijakan penundaan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak se-Kabupaten Kayong Utara yang semula dijadwalkan berlangsung pada tahun 2026, menjadi perhatian utama seluruh elemen masyarakat, termasuk para mantan pemimpin desa. Menanggapi hal tersebut, Mursidi, Mantan Kepala Desa Nipah Kuning, Kecamatan Simpang Hilir, menyampaikan komitmennya untuk turut menyebarluaskan informasi resmi serta berperan aktif menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibas) di wilayahnya.
Dalam kesempatannya, Mursidi menegaskan dirinya siap turun langsung ke tengah masyarakat, berkeliling ke setiap lingkungan dan kelompok warga, untuk menjelaskan kebijakan penundaan tersebut secara jelas dan benar. Langkah ini ditempuh agar tidak ada kesalahpahaman, penyebaran berita tidak benar, atau keragu-raguan di kalangan warga terkait perubahan jadwal pelaksanaan pilkades.
“Saya berkomitmen untuk mensosialisasikan seluruh informasi yang sah dan jelas terkait penundaan Pilkades serentak tahun 2026 ini. Hal ini penting supaya seluruh warga Desa Nipah Kuning paham alasan dan kebijakannya, tidak terhasut isu yang menyesatkan, dan tetap tenang,” ujar Mursidi pada Minggu (17/5).
Selain tugas sosialisasi, mantan pemimpin desa ini juga menekankan kesiapan penuhnya untuk ikut mengawal dan menjaga kondisi keamanan serta ketertiban di desanya.
Menurutnya, pengalaman memimpin desa sebelumnya menjadi bekal untuk terus berkontribusi menjaga suasana yang aman, damai, dan kondusif, terutama di masa penundaan tahapan pemilihan.
Ia juga mengajak seluruh warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda untuk bersatu, menjaga kerukunan, serta mendukung jalannya pemerintahan desa yang sedang berjalan hingga jadwal baru ditetapkan.
“Menjaga keamanan dan ketertiban adalah tanggung jawab bersama. Saya siap berdiri bersama seluruh elemen masyarakat, memastikan tidak ada perselisihan atau keributan, dan suasana di Desa Nipah Kuning tetap aman sampai pelaksanaan Pilkades nanti ditentukan kembali waktunya,” tambahnya.
Sikap dan komitmen yang disampaikan oleh Mursidi mendapatkan sambutan positif dari warga setempat. Kehadiran tokoh yang memiliki pengalaman dan wibawa dinilai sangat membantu dalam memastikan kebijakan pemerintah daerah dapat diterima dengan baik, serta mencegah munculnya potensi konflik atau ketegangan sosial akibat kurangnya pemahaman informasi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang belum merilis jadwal baru pelaksanaan Pilkades serentak se-Kabupaten Kayong Utara. Pemerintah daerah masih terus melakukan kajian dan koordinasi untuk menentukan waktu yang paling tepat, dengan tetap mengutamakan kesiapan, kelancaran, dan prinsip keadilan dalam seluruh tahapan pemilihan nantinya. (Red)
