
KAYONGUTARA – Warga Desa Pangkalan Buton, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, kini tengah terjepit kenaikan harga gas elpiji 3 kg yang mencapai Rp47.000 per tabung di tingkat pengecer. Padahal, Harga Eceran Tertinggi (HET) resmi hanya Rp19.500. Selain harga yang melambung dua kali lipat lebih, warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan stok di pangkalan akibat dugaan aksi borong oleh pemilik warung.
Meskipun di Kecamatan Sukadana terdapat cukup banyak pangkalan gas elpiji, masih banyak warga yang kesulitan mendapatkan gas sesuai jatah. Akibatnya, warga terpaksa membeli gas di warung dengan harga jauh di atas HET.
Menurut warga, gas elpiji dalam jumlah besar justru diambil oleh warung-warung dari pangkalan, sehingga jatah masyarakat tidak terpenuhi. Hal ini menyebabkan warga yang seharusnya berhak mendapatkan gas bersubsidi harus membeli secara eceran dengan harga tinggi.
Selain itu, warga juga mengeluhkan sistem pengambilan gas di pangkalan yang dinilai memberatkan. Pangkalan menetapkan hari tertentu untuk pengambilan gas, dan warga tidak diperbolehkan mengambil di luar jadwal tersebut.
“Misalnya jatah ambil gas hari Senin, tapi gas habis hari Selasa. Kami tidak bisa ambil lagi dan harus menunggu sampai Senin berikutnya, sementara kami hanya punya satu tabung gas,” kata Selamah, Senin (26/01).
Kondisi ini membuat masyarakat semakin terjepit, karena kebutuhan memasak bersifat harian dan tidak bisa ditunda. Warga berharap ada kebijakan yang lebih fleksibel dan berpihak kepada masyarakat kecil.
Warga Desa Pangkalan Buton pun meminta pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera turun tangan melakukan penertiban terhadap pangkalan maupun warung yang menjual gas elpiji secara eceran di atas HET.
“Minta pemerintah daerah menertibkan pangkalan dan warung yang menjual gas eceran. Jangan sampai harga terlalu tinggi dan masyarakat terus dirugikan,” ujar warga.
Warga berharap pengawasan distribusi gas elpiji 3 kg dapat diperketat agar tepat sasaran, harga tetap stabil, dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk meraih keuntungan berlebih. (Red)
