
KAYONG UTARA – Menyikapi kebijakan pemerintah daerah terkait penundaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Kayong Utara, Kepala Desa Nipah Kuning, Firdaus, mengambil langkah cepat untuk menjaga stabilitas di wilayahnya. Pasalnya, penundaan jadwal yang semula direncanakan pada tahun 2026 tersebut kini menjadi prioritas sosialisasi agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat.
Selain itu, Firdaus menekankan pentingnya penyebaran informasi yang transparan hingga ke tingkat RT dan RW. Tujuannya adalah untuk membentengi warga dari isu-isu miring atau kabar burung yang dapat memicu keresahan sosial.
“Kami berkomitmen penuh untuk mensosialisasikan kebijakan ini ke setiap dusun, setiap RW dan RT di Desa Nipah Kuning. Masyarakat harus tahu alasan penundaan, aturan yang berlaku, serta jadwal baru pelaksanaannya nanti begitu ditetapkan. Yang paling utama, kami pastikan keamanan dan ketertiban tetap terjaga, tidak ada perselisihan atau keributan karena hal ini,” ujar Firdaus di Sukadana, pada Rabu (13/5).
Lebih lanjut, Firdaus mengajak seluruh warga, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda dan seluruh elemen yang ada di Desa Nipah Kuning untuk bekerja sama menjaga kerukunan.
Hingga saat ini, jadwal pengganti untuk pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Kayong Utara belum dirilis secara resmi oleh pemerintah daerah.
Untuk itu, Firdaus menghimbau warganya untuk tetap tenang dan hanya mempercayai pengumuman dari instansi yang berwenang. (Red)
