
KAYONG UTARA – Semangat kepedulian terhadap isu kemanusiaan membara di kalangan generasi muda Kayong Utara. Ratusan pemuda-pemudi dan mahasiswa memadati agenda nonton bareng (nobar) serta diskusi mendalam film dokumenter bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, Minggu (24/05).
Acara yang diinisiasi oleh kelompok Pemuda Rantau Panjang ini bukan sekadar ajang berkumpul biasa. Film tersebut menjadi pemantik diskusi hangat mengenai carut-marut persoalan sosial, pelestarian lingkungan, hingga degradasi budaya yang dibalut dalam narasi dokumenter yang kuat.
Dalam kesempatnnaya Ketua Panitia, Yoan Irawan, menegaskan bahwa agenda ini dirancang khusus untuk mengikis sikap apatis di kalangan milenial dan Gen Z. Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik nalar kritis bagi peserta yang hadir.
“Kami ingin menghadirkan ruang belajar bersama bagi anak muda agar lebih peduli terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan. Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi juga harus berani bersuara dan berpikir kritis terhadap keadaan,” ujarnya.

Yoan juga menekankan pentingnya menjaga tradisi intelektual seperti diskusi dan literasi agar tetap relevan di tengah arus zaman.
“Melalui forum seperti ini, kami berharap lahir semangat kolektif anak muda untuk lebih aktif menjaga nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan,” tambahnya.
Pasca-pemutaran film, suasana semakin hidup saat memasuki sesi diskusi interaktif. Para peserta tidak ragu untuk mengaitkan pesan dalam film dengan fenomena sosial yang sedang terjadi di sekitar mereka saat ini.
Hendri Rimba, salah satu koordinator nobar, mengaku mendapatkan perspektif baru yang lebih luas setelah mengikuti nobar dan diskusi film tersebut.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk anak muda. Selain menambah wawasan, forum ini juga membuat kami lebih peduli terhadap isu sosial dan berani menyampaikan pendapat secara terbuka,” ungkapnya.
Apresiasi senada juga datang dari Agun, yang melihat gerakan ini sebagai langkah berani dari anak muda dalam mengawal isu-isu krusial di masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi anak-anak muda yang sudah berani membuat kegiatan seperti ini. Apalagi film yang diputar memiliki pesan yang sangat baik dan membuka wawasan masyarakat terhadap persoalan sosial dan kemanusiaan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Kabupaten Kayong Utara diharapkan terus memiliki ruang-ruang edukatif yang mampu melahirkan pemuda yang berdaya dan peka terhadap keadilan sosial. (Red)
