
SIMPANGHILIR – Kondisi jalan di poros Gustiroom, Desa Teluk Melano yang berbatasan langsung dengan Desa Medan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, terpantau mengalami kerusakan yang sangat parah. Jalan yang menjadi akses vital masyarakat ini penuh dengan lubang, batu-batu besar, dan genangan air, pada Senin (01/12)
Kerusakan ini menimbulkan keluhan mendalam dari sejumlah warga setempat. Mereka menyayangkan kurangnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) terhadap infrastruktur di pedesaan, sementara perbaikan dan pembangunan selalu diprioritaskan di wilayah pusat kota.
Warga Simpang Hilir, Hendri, yang rutin melewati jalan tersebut, mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut bahwa kondisi jalan ini sudah bertahun-tahun tidak mendapat sentuhan perbaikan dari Pemda.
“Adak gak nanya nanya ngpe jalan ni adak di baguskan mun paling nyaman ke pasar Melano dari ulu dak leteh mutar-mutar,” Kata Hendri.
Hal ini menunjukkan betapa strategisnya jalan tersebut sebagai jalur pintas dan utama bagi aktivitas ekonomi dan sosial warga.

Menurut pantauan di lapangan, pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati saat melintasi jalan berbatu dan berlubang, bahkan beberapa bagian terlihat tergenang air menyerupai kubangan lumpur.
Selain keluhan soal prioritas pembangunan, muncul pula aspirasi agar pemimpin daerah harus sering turun langsung ke lapangan.

Diki, salah seorang pemuda desa, secara khusus menyampaikan harapannya agar Pemda dapat mencontoh sosok seperti KDM (Kang Dedi Mulyadi). Kang Dedi Mulyadi sendiri dikenal sebagai tokoh yang aktif melakukan blusukan (turun langsung) ke pelosok daerah untuk melihat dan menyelesaikan masalah masyarakat secara langsung.
“Sering-sering blusukan kayak KDM biar tau keresahan orang-orang kite,” tegas Diki.
Harapan ini mencerminkan kerinduan masyarakat desa akan kehadiran pemimpin yang dekat dan memahami secara langsung kesulitan yang dihadapi warganya, terutama terkait infrastruktur dasar seperti jalan.
Warga berharap Pemda Kabupaten Kayong Utara dapat segera merespons keluhan ini dan tidak menganaktirikan pembangunan infrastruktur di pedesaan. Jalan poros Gustiroom bukan hanya sekadar jalur transportasi, melainkan urat nadi yang menentukan kelancaran aktivitas harian, perekonomian, dan pendidikan bagi masyarakat di Desa Teluk Melano dan sekitarnya. (Red)
