
PONTIANAK – Kecurigaan menyelimuti kondisi Irfan Zaki Azizi, seorang santri Pesantren Labbaik Indonesia yang kini terbaring kritis dengan wajah penuh lebam. Meski pihak pesantren berdalih sang santri mengalami alergi parasetamol, keluarga yang menemukan adanya trauma kepala serius menduga kuat putranya telah menjadi korban kekerasan di lingkungan asrama.
“Kami awalnya diberitahu anak kami alergi parasetamol. Tapi setelah melihat langsung, wajahnya lebam dan bengkak parah. Ini terlihat bukan seperti alergi,” ujar Ahmad, Orang tua korban, pada Kamis (12/03).
Foto yang beredar menunjukkan Azizi terbaring di ranjang perawatan dengan kedua mata bengkak hingga tertutup. Memar kehitaman terlihat jelas di sekitar mata dan pipinya, bahkan di bagian kening terdapat benjolan besar.
Keluarga pun menduga Azizi menjadi korban kekerasan selama berada di lingkungan pesantren yang berlokasi di Jalan Parit Kerakah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.
Dokter jaga di RS Anton Soedjarwo Bhayangkara Polda Kalbar yang pertama menangani Azizi menyebut adanya dugaan trauma pada bagian kepala sehingga diperlukan penanganan medis lanjutan.
“Dokter mengatakan ada trauma di kepala,” kata Ahmad.
Karena kondisinya dinilai serius, Azizi kemudian dirujuk ke RSU Santo Antonius Pontianak untuk mendapatkan penanganan dokter spesialis bedah saraf. Hingga kini, Azizi masih dalam kondisi kesadaran yang belum stabil dan direncanakan dirawat di ruang Intensive Care Unit (ICU) untuk pemantauan ketat.
Pihak keluarga berharap ada penjelasan terbuka dari pihak pesantren terkait penyebab kondisi tersebut serta meminta kasus ini diusut secara serius.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Pesantren Labbaik Indonesia, Ustaz Aswandi Alfatih, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keterangan pasti mengenai penyebab kejadian yang menimpa santri tersebut.
“Kami belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Saat ini kami masih di rumah sakit untuk mencari penyebabnya. Jadi belum bisa disimpulkan apakah ada tindak kekerasan atau tidak,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia juga menyebut pihak sekolah masih menunggu penjelasan medis dari dokter terkait kondisi Azizi.
“Kami tidak bisa memastikan soal kesadarannya karena itu ranah medis. Namun yang kami ketahui, kondisinya belum kembali normal seperti biasa,” katanya.
Pihak pesantren meminta doa agar Azizi segera pulih dan penyebab peristiwa tersebut dapat segera terungkap.
“Mohon doanya agar santri kami cepat sembuh dan kejadian ini segera menemukan titik terang,” pintanya. (red)
