
Kubu Raya – Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Kubu Raya, Unggul Ali Sadewo, menyampaikan keprihatinan sekaligus penyesalan mendalam atas tindakan arogansi dan makian yang dialami seorang pegawai program Makan Bergizi Gratis (MBG) penyandang disabilitas bernama Nafila.
Ditemui pada Kamis (16/4/2026), Unggul menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai kemanusiaan dan etika dalam lingkungan kerja. Ia menyebut, setiap individu berhak mendapatkan perlakuan yang adil dan bermartabat, tanpa terkecuali, termasuk penyandang disabilitas.
“Saya sangat menyesalkan kejadian ini. Sebagai manusia, kita harus memanusiakan manusia. Tidak seharusnya ada perlakuan arogansi atau makian dalam menyikapi persoalan,” tegasnya.
Menurutnya, apabila terdapat kesalahan atau kinerja yang dinilai kurang baik, seharusnya dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik dan musyawarah. Pendekatan dialog dinilai jauh lebih bijak dibandingkan tindakan emosional yang berpotensi melukai pihak lain.
“Jika memang ada kekeliruan, seharusnya diselesaikan dengan duduk bersama, bukan dengan cara-cara yang tidak beretika seperti makian atau sikap arogan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Unggul juga mendorong agar pihak terkait melakukan penelusuran secara objektif terhadap kasus tersebut. Ia berharap, apabila terbukti adanya pelanggaran, oknum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dapat diberikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini menjadi perhatian publik di Kabupaten Kubu Raya, sekaligus menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, menghormati martabat manusia, serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (Red)
