
KAYONG UTARA – Merespons keluhan masyarakat terkait kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sempat viral di Kecamatan Seponti, Kabupaten Kayong Utara, pihak SPBU setempat angkat bicara. Seperti diketahui, kelangkaan ini sempat memicu kekhawatiran warga yang kesulitan mendapatkan akses energi untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi hal tersebut, Muhammad Ahyer selaku Checker SPBU Seponti, menjelaskan langkah-langkah antisipasi yang telah diambil guna mengurai antrean dan memenuhi kebutuhan warga. Menurutnya, pihak SPBU telah berkoordinasi untuk menambah pasokan dari hari-hari sebelumnya.
“Sebagai bentuk antisipasi kelangkaan di SPBU Seponti, kami menyuplai pasokan hingga dua kali lipat dari volume sebelumnya,” ujar Muhammad Ahyer kepada sejumlah awak media, Kamis (21/5).
Selain itu, Ia juga merinci logistik pasokan terbaru yang baru saja masuk ke instalasi SPBU untuk memastikan ketersediaan berbagai jenis bahan bakar, Tangki Pertalite, Tangki Pertamax, dan Tangki Biosolar.
Lebih lanjut, guna mempercepat proses distribusi dan memastikan seluruh lapisan masyarakat terlayani dengan cepat, operasional pelayanan di SPBU ini juga dioptimalkan secara maksimal.
“Pelayanan akan dimaksimalkan hingga dibuka selama 24 jam penuh agar kondisi ini bisa segera terselesaikan secepatnya,” tambah Ahyer.
Di sisi lain, saat dikonfirmasi mengenai alur distribusi ke konsumen akhir, pihak SPBU menegaskan bahwa distribusi resmi Pertamina berakhir di lembaga penyalur seperti SPBU untuk melayani pemakai atau konsumen umum. Terkait adanya pembelian yang menggunakan jeriken atau mekanisme khusus, Ahyer menjelaskan bahwa hal tersebut harus didasarkan pada regulasi yang ketat.
Tidak ada pengecualian wilayah, melainkan aturan harus mengacu pada Surat Rekomendasi resmi yang dikeluarkan oleh dinas terkait berdasarkan aturan dari BPH Migas. Surat rekomendasi ini biasanya dialokasikan untuk sektor-sektor produktif yang diizinkan undang-undang, seperti para nelayan dan sektor usaha mikro.
Kemudian, dengan adanya pelipatgandaan pasokan serta operasional yang diperpanjang, diharapkan kendala kelangkaan BBM yang terjadi di Kecamatan Seponti dalam beberapa waktu terakhir dapat segera normal kembali dan aktivitas perekonomian warga berjalan tanpa hambatan. (Red)
