
KAYONGUTARA – Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara resmi menyelenggarakan program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) sebagai langkah strategis mengatasi keterbatasan tenaga pengajar seni sekaligus memperkuat karakter siswa melalui apresiasi budaya lokal, yang berlangsung di Pendopo Bupati, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, pada Selasa (16/12).
Adapun kegiatan ini diharapkan mampu menjadi wadah bagi warga sekolah untuk mengadopsi nilai-nilai seni dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, Jumadi Gading, mengungkapkan bahwa implementasi program ini merupakan jawaban atas kendala kurangnya guru seni dan budaya di sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten Kayong Utara.

Melalui kebijakan pemerintah pusat, seniman yang berada di lingkungan sekitar sekolah dilibatkan langsung untuk mengajar para siswa.
“Tidak semua sekolah di Kayong Utara memiliki guru seni dan budaya, sehingga kebijakan ini memungkinkan seniman di sekitar sekolah untuk mengajar langsung kepada anak-anak kita,” ujar Jumadi Gading.
Diketahui target peserta melibatkan 10 seniman dan 10 sekolah tingkat SMP serta SMA dengan total peserta didik sebanyak 50 orang.

Selain itu, materi pembelajaran berbagai bidang seni seperti seni pertunjukan, seni rupa, seni media baru, hingga seni sastra.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Erwin Sudrajat, secara resmi membuka acara tersebut, dirinya menambahkan bahwa muara dari kegiatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta tanah air.

“Di tengah derasnya arus media sosial, seni diharapkan menjadi benteng bagi generasi muda untuk tetap menjaga nilai persatuan dan kebersamaan,” tegasnya.
“Program GSMS ini merupakan wujud komitmen Dinas Pendidikan Kayong Utara dalam perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan di wilayah Bumi Bertuah,” tutupnya. (Red)
