
KAYONG UTARA – PT Dharma Inti Bersama (PT. DIB) memperkuat komitmennya dalam penyerapan tenaga kerja lokal di Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP). Saat ini, perusahaan mencatat sebanyak 1.800 orang atau sekitar 65 persen dari total karyawan asal Kalimantan Barat merupakan warga asli Kabupaten Kayong Utara.
Government Relation Manager PT. DIB, Seno Ario Wibowo, mengatakan bahwa komposisi tenaga kerja di perusahaan mencakup tenaga kerja asing (TKA) dan tenaga kerja Indonesia (TKI), yang terbagi lagi menjadi pekerja asal luar daerah dan pekerja lokal Kalimantan Barat.
“Terkait dengan tenaga kerja untuk saat ini, kalau kita berbicara keseluruhan tenaga kerja ini ada tenaga kerja asing, ada tenaga kerja Indonesia. Kemudian tenaga kerja Indonesia sendiri itu ada tenaga kerja yang, dari luar Kayong Utara dan ada yang dari Kayong Utara,” Kata Seno, kepada awak media pada Minggu (08/03).
Selain itu, dirinya mengungkapkan dari total sekitar dua ribu enam ratus karyawan dari Kalimantan Barat (Kalbar) yang saat ini bekerja di pulau penebang, sebagian besar merupakan pekerja lokal Kabupaten Kayong Utara.
“Nah, dari seribu delapan ratus itu semua warga Kayong Utara yang saat ini ada di penebang. Dari seribu delapan ratus ini dari kurang lebih dua ribu enam ratus karyawan yang saat ini berada di penebang,” Ungkapnya.
“Dua ribu enam ratus ini adalah angka karyawan dari Kalimantan Barat. Jadi, dari Kalimantan Barat itu ada kurang lebih dua ribu enam ratus. Seribu delapan ratus itu dari Kayong Utara, artinya ada enam puluh lima persen dari Kalbar itu dari Kayong Utara,” Tambahnya.
Pernyataan ini menegaskan posisi PT. DIB sebagai salah satu penyerap tenaga kerja lokal yang signifikan khususnya bagi masyarakat di Kabupaten Kayong Utara. (Red)
