
KAYONG UTARA – Aktivis media sosial yang dikenal vokal, Ijul KKU, kembali menarik perhatian publik melalui unggahan video terbarunya. Dengan gaya bicara santai namun sarat sindiran, Ijul menyoroti ketimpangan antara penarikan retribusi daerah dengan kualitas fasilitas umum yang diterima masyarakat di Kabupaten Kayong Utara.
Ijul alias Juminggu menyindir alasan klasik pemerintah daerah terkait macetnya aliran air bersih. Jika sebelumnya musim kemarau menjadi “kambing hitam” atas keringnya instalasi air, dirinya mempertanyakan apa lagi alasan yang akan digunakan sekarang, mengingat cuaca sudah mulai sering turun hujan.
“Apa lagi ya alasan yang tepat ni? Supaya masyarakat percaya kalau air bersih ini lancar. Kalau kemarin kan musim panas, air tak jalan karena kering. Sekarang sudah musim hujan, mendung pula, tapi air tetap tak mengalir di ledeng,” ujar Ijul sembari tertawa.
Selain itu, ia juga menyoroti berbagai pungutan pajak dan retribusi yang terus ditarik dari masyarakat, mulai dari portal masuk hingga pajak air bersih. Namun, ia menyayangkan karena setoran rakyat tersebut tidak dibarengi dengan perbaikan layanan yang nyata.
Kemudian, Ijul memberikan pesan menohok kepada jajaran pemerintah daerah, khususnya Bupati. Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak akan keberatan membayar retribusi asalkan fasilitas yang diberikan sebanding dan membuat masyarakat nyaman.
“Harusnya begitu ditarik retribusinya, layanan makin mudah, makin nyaman. Jadi tidak banyak protes warga. Ini orang membayar, tapi air tak jalan, dermaga gelap. Gimana ceritanya?” pungkasnya. (Red)
