
KETAPANG – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Ketapang tak hanya berlangsung meriah, tetapi juga menghadirkan pesan kuat terkait arah kebijakan ketenagakerjaan di daerah.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Ketapang, A. Lemen, menilai momentum May Day tahun ini menjadi titik temu yang positif antara buruh, pengusaha, dan pemerintah dalam membangun hubungan industrial yang lebih sehat.
“Kami dari APINDO Kabupaten Ketapang mengapresiasi aliansi buruh yang telah menyelenggarakan kegiatan May Day dengan baik, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. Ini menunjukkan kedewasaan dalam membangun hubungan industrial yang kondusif,” ujarnya, pada Jumat (01/5).
Ia turut mengapresiasi kehadiran langsung Bupati Ketapang dalam kegiatan tersebut yang dinilai memberi ruang dialog terbuka bagi para pekerja.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah dalam peringatan May Day menjadi sinyal kuat adanya komitmen menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan dunia usaha.
Sorotan utama APINDO, lanjut A. Lemen, tertuju pada kebijakan Bupati Ketapang yang mendorong perusahaan untuk mengutamakan tenaga kerja lokal.
Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk keberpihakan yang konkret sekaligus dorongan strategis bagi peningkatan kesempatan kerja di daerah.
“Kami sangat mengapresiasi langkah tegas dan berani Bapak Bupati yang telah menerbitkan surat untuk mendorong perusahaan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Ini merupakan langkah nyata yang berpihak kepada masyarakat dan buruh,” katanya.
A. Lemen bahkan menyebut kebijakan tersebut sebagai langkah progresif yang jarang diambil oleh kepala daerah di Kalimantan Barat.
“Dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, ini merupakan yang pertama kalinya ada kepala daerah yang berani mengambil tindakan tegas seperti ini. Ini adalah bentuk keberpihakan yang jelas kepada tenaga kerja lokal,” lanjutnya.
Ia berharap kebijakan tersebut tidak berhenti pada tataran imbauan, tetapi dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh perusahaan di Ketapang.
Di sisi lain, APINDO juga menekankan pentingnya penyelesaian persoalan ketenagakerjaan melalui jalur yang sesuai mekanisme, mulai dari bipartit hingga Pengadilan Hubungan Industrial, guna menjaga stabilitas iklim investasi.
Sementara itu, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan yang berpihak kepada tenaga kerja lokal, dengan meminta seluruh perusahaan menerapkan tiga hal penting demi mewujudkan Ketapang yang maju dan mandiri.
Ia menekankan bahwa peran dunia usaha tidak hanya sebatas membuka lapangan kerja, tetapi juga memastikan masyarakat lokal mendapatkan prioritas serta kesempatan berkembang.
“Setiap kesempatan kerja harus mengutamakan putra-putri daerah kita sendiri. Mereka harus menjadi aktor utama pembangunan di tanahnya sendiri,” ujarnya.
Selain itu, Bupati juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan yang berkelanjutan agar tenaga kerja lokal mampu bersaing di dunia kerja.
“Perusahaan tidak boleh hanya memakai tenaga kerja, tetapi wajib membina. Berikan pelatihan hingga tenaga kerja lokal kita terampil, siap kerja, dan memiliki daya saing,” lanjutnya.
Tak kalah penting, ia mengingatkan agar setiap persoalan hubungan industrial diselesaikan dengan mengedepankan dialog dan musyawarah, sehingga tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
“Jika muncul permasalahan atau perselisihan, jangan terburu-buru mengambil tindakan sepihak. Mari kita selesaikan di meja dialog dengan semangat kekeluargaan untuk mencapai mufakat,” katanya.
Pemerintah daerah juga mengajak seluruh pihak menjaga situasi tetap aman dan kondusif agar pertumbuhan ekonomi dan investasi dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan pekerja.
Peringatan May Day 2026 di Ketapang pun diharapkan menjadi pijakan baru dalam memperkuat kolaborasi antara buruh, pengusaha, dan pemerintah menuju pembangunan daerah yang inklusif. (HAM)
