
KAYONG UTARA – Dipicu rasa geram yang sudah memuncak akibat maraknya peredaran gelap narkotika, puluhan warga Desa Riam Berasap Jaya, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, nekat menggelar aksi penggerebekan massal disebuah rumah yang diduga kuat menjadi sarang transaksi barang haram tersebut.
Penggerebekan ini dilakukan masyarakat karena situasi dinilai sudah sangat mengkhawatirkan, terutama dengan beredarnya paket narkoba murah seharga Rp 20 ribuan yang mengancam anak-anak muda.

Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara, Kamiriluddin.
“Benar belum lama ini, puluhan masyarakat desa Riam Berasap Jaya menggrebek sebuah hunian, tepatnya sebuah rumah di Pal 8,” ungkap Kamiriluddin pada, Senin (12/07).
Menurut informasi, tindakan tegas warga ini merupakan akumulasi dari rasa frustrasi. Sebelumnya, pihak masyarakat melalui aparatur desa setempat sebenarnya sudah berulang kali melaporkan keluhan terkait aktivitas mencurigakan tersebut kepada pihak berwajib.
Karena peredaran obat terlarang dirasa kian tidak terkendali, warga bersama Kepala Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akhirnya sepakat menyambangi lokasi tersebut.
Dari hasil penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP), massa berhasil menemukan sejumlah barang bukti (BB) yang diduga kuat merupakan sisa-sisa dari aktivitas penyalahgunaan narkoba. Di antaranya adalah beberapa lembar plastik klip bening kosong yang lazim digunakan sebagai wadah pembungkus sabu serta beberapa unit alat hisap sabu atau bong.
“BB tersebut telah disita aparat hukum yang sebelumnya diamankan oleh Kepala Desa setempat yang didapat di salah satu hunian di pal 8 yang dilakukan penyergapan,” Terangnya.
Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kayong Utara itu juga membeberkan bahwa desas-desus mengenai maraknya peredaran narkoba ini sudah lama sampai ke telinganya. Bukan hanya di Desa Riam Berasap Jaya, melainkan juga sudah merembet ke desa tetangga, yakni Desa Simpang Tiga. Merespons laporan konstituennya, legislator ini mengaku terus membuka ruang diskusi bersama para tokoh masyarakat demi mencari jalan keluar terbaik untuk memutus mata rantai peredaran tersebut.
“Dari hasil musyawarah di setiap kesempatan, kami khawatir akan rusaknya generasi muda termasuk pelajar jika narkoba ini kian bebas,” ucapnya.
Mirisnya lagi, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Masjid Al Ihsan Desa Simpang Tiga ini memaparkan fakta mencengangkan mengenai strategi pemasaran barang haram tersebut, di mana narkoba sengaja dijual dengan harga yang sangat murah agar dapat dijangkau oleh kantong anak sekolah.
“Memang semua yang candu akan narkoba dimulai dari rasa penasaran dan coba coba. Setelah merasa enak, akan menciba kagi hingga kecanduan. Ketika sudah candu, terikat dan tidak bisa lepas dari barang haram itu. Maka, masa depan generasi mudah kita akan hancur. Maka ini harus sama sama kita lawan,” ujarnya.
Guna mengantisipasi meluasnya dampak buruk narkoba di wilayah tersebut, Kamiriluddin menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar kasus ini diusut tuntas hingga ke akar-akarnya. (Red)
