
KAYONG UTARA – Pemerintah Kabupaten Kayong Utara resmi memulai pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XXIII tingkat kabupaten tahun 2026. Peresmian gerakan ini ditandai dengan pelaksanaan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, di kawasan Pelataran Tugu Durian Sukadana pada Rabu (15/07).
Dalam arahannya, Bupati Romi menegaskan bahwa BBGRM kali ini memiliki esensi yang lebih besar daripada sekadar aksi bersih-bersih lingkungan. Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi nyata warga dalam menyokong kemajuan daerah, terlebih dalam menghadapi agenda-agenda besar yang sudah di depan mata.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Kayong Utara mendapat kehormatan menjadi tuan rumah MTQ ke-34 tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kehormatan ini harus kita sambut dengan persiapan yang matang, baik dari aspek penyelenggaraan, sarana prasarana, maupun kesiapan lingkungan yang bersih, tertata, indah, dan nyaman bagi seluruh tamu yang akan datang dari berbagai kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat” ujarnya.

Menyadari besarnya tanggung jawab tersebut, orang nomor satu di Kayong Utara ini mengimbau seluruh lapisan elemen mulai dari jajaran perangkat daerah, instansi vertikal, aparat kecamatan dan desa, hingga organisasi kepemudaan, wanita, dan relawan untuk bahu-membahu mempercantik wilayah mereka.
“Mari kita bersihkan lingkungan, memperbaiki fasilitas umum, merapikan taman dan ruang terbuka hijau, membersihkan drainase, memangkas pohon yang mengganggu, serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan peduli terhadap lingkungan,” tuturnya.
Bupati Romi juga menitipkan pesan agar esensi gotong royong ini tidak meredup pasca-acara seremonial semata, melainkan bertransformasi menjadi gaya hidup yang melekat pada masyarakat. Melalui persatuan ini, ia optimistis Kayong Utara siap menyambut para delegasi MTQ dengan performa terbaik dan meninggalkan memori yang berkesan.
Tak lupa, ungkapan terima kasih dialamatkan kepada segenap pihak yang terlibat, termasuk TNI/POLRI, sektor swasta, lembaga pendidikan, serta seluruh warga yang telah menunjukkan kepeduliannya.

Dalam kesempatannya yang sama, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD) Kabupaten Kayong Utara, Andri Candra, membenarkan bahwa momentum BBGRM tahun ini sengaja diselaraskan dengan persiapan menyambut perhelatan MTQ ke-34 tingkat provinsi.
“Semoga kegiatan ini menjadi dorongan bagi kita untuk terus melestarikan budaya gotong royong guna menjaga kebersihan lingkungan serta meningkatkan kepedulian dan kebersamaan,” kata Andri Candra. (Red)
