
PONTIANAK– Muhammad Rifki Asudais membuktikan bahwa ukuran fisik bukanlah penentu besar kecilnya sebuah mimpi. Meski memiliki keterbatasan fisik, pemuda asal Kayong Utara ini sukses menyandang gelar Sarjana Manajemen dari Universitas OSO Pontianak dengan IPK nyaris sempurna, yakni 3,90.
Momen haru menyelimuti Gedung Pontianak Convention Center (PCC) pada Kamis (22/1/2026), saat Rifki dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi universitas. Perjalanannya tidaklah mudah, sebagai anak seorang buruh tukang, ia harus merantau ke Pontianak bermodalkan beasiswa dari Pemprov Kalbar.
Saat sang ayah jatuh sakit dan tak lagi bisa bekerja, Rifki tidak menyerah. Ia menyambung hidup dengan menjadi editor video lepasan (freelancer) dan aktif mengikuti berbagai kompetisi. Baginya, cemoohan orang lain justru menjadi bahan bakar semangat.
“Saya ingin mematahkan stigma bahwa disabilitas itu tidak bisa berprestasi. Dengan tekad dan ikhtiar, saya buktikan bahwa kita bisa tumbuh dan sukses,” ujar Rifki yang kini aktif sebagai fasilitator digital nasional di program Bakti Komdigi.
Dirinya berpesan kepada generasi muda yang tengah berjuang dengan keterbatasan ekonomi maupun tekanan mental agar tidak menyerah.
“Masalah finansial itu berat, tapi jangan takut melakukan hal positif. Asah skill, ikut lomba, magang, atau freelance. Dan kalau pikiran negatif datang, itu manusiawi. Tapi kita harus yakin kita bisa melawannya,” tutupnya. (Red)
