
KAYONG UTARA – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga momen berkesan bagi para peserta dan pengunjung untuk menikmati wisata religi setempat. Salah satu ikon destinasi yang menarik perhatian adalah Masjid Agung Oesman Al-Khair.
Pesona masjid terapung yang berdiri di tepi laut ini dirasakan langsung oleh Fetty Ayu, wisatawan sekaligus penjaga stan pameran asal Kapuas Hulu. Fetty mengaku baru pertama kali mengunjungi lokasi tersebut secara langsung setelah sebelumnya hanya mengetahui kemegahannya melalui media sosial.
“Sudah sering mendengar dan melihat di TikTok tentang kemegahannya. Suasana di sini sangat nyaman, saat shalat udara dan angin pantainya terasa sejuk seperti tidak perlu kipas angin atau AC. Walaupun menempuh perjalanan darat menggunakan mobil selama 24 jam dari Kapuas Hulu, rasa lelah itu langsung terbayarkan begitu melihat keindahan masjid ini,” ujar Fetty.
Hal ini juga turut dirasakan oleh Riski Nurjaman, anggota kafilah asal Kabupaten Sintang yang berlomba pada cabang Fahmil Qur’an. Riski mengagumi keunikan lokasi masjid yang menyajikan pemandangan langsung ke arah laut lepas.
“Perasaannya sangat takjub karena baru pertama kali melihat masjid dengan view langsung ke laut. Tempatnya sangat tenang, anginnya sepoi-sepoi, jadi enak dan nyaman saat dipakai untuk mengulang hafalan Al-Qur’an,” ungkap Riski.
Selain keindahan objek wisata religi, para peserta dan pengunjung juga mengapresiasi kemeriahan acara pembukaan MTQ XXXIV. Rangkaian acara seperti penampilan tari kolosal serta pameran stan di sekitar area panggung utama turut menyemarakkan perhelatan akbar se-Kalimantan Barat tersebut. (Red)
