
KAYONG UTARA – Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang berlangsung di Pelataran Pantai Pulau Datok, Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, menjadi ajang unjuk gigi bagi produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Salah satu stand yang menarik perhatian pengunjung adalah stand Pondasi Rumah Hijau. Ketua Pondasi Rumah Hijau, Zulhiar, mengungkapkan bahwa keikutsertaan pihaknya pada ajang MTQ kali ini adalah sebagai pendamping program Perhutanan Sosial melalui Project Delta Kapuas. Pihaknya menghadirkan berbagai ragam produk olahan unggulan khas masyarakat Kecamatan Pulau Maya.
“Pada ajang MTQ kali ini, kami menampilkan beberapa produk dari Project Delta Kapuas. Khususnya yang kami bawa di antaranya ada Kerupuk Udang khas dari KUPS Desa Dusun Besar, Madu Kelulut dari KUPS Desa Kamboja, serta olahan pedak gembong, udang ebi, udang kering, hingga ikan asin talang,” ujar Zulhiar kepada sejumlah awak media, Jum’at (07/8).

Zulhiar menambahkan, dari sekian banyak produk olahan laut dan alam yang dipamerkan, Kerupuk Udang khas Desa Dusun Besar dan Udang Ebi khas Desa Dusun Kecil menjadi paling diminati para pengunjung hingga sering kali ludes terjual.
Sebagai lembaga, Pondasi Rumah Hijau bersama Project Delta Kapuas berkomitmen untuk terus konsisten melakukan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat di Kecamatan Pulau Maya. Upaya ini dilakukan guna mendorong perekonomian warga lokal serta mengangkat potensi produk daerah agar memiliki daya saing pasar yang lebih luas.
“Selagi ada kesempatan dan kegiatan terbuka seperti MTQ ini, kami akan terus memperkenalkan produk-produk lokal Pulau Maya. Harapannya, perekonomian masyarakat semakin meningkat dan produk-produk unggulan kita semakin dikenal luas,” pungkasnya. (Sans)
