
KAYONG UTARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kayong Utara terus mengoptimalkan penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak bencana kekeringan. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media, Sukadana pada Sabtu (22/8).
Seperti diketahui, memasuki minggu kedua penetapan status tanggap darurat kekeringan, BPBD Kayong Utara memprioritaskan penanganan krisis air bersih bagi kebutuhan mendasar warga. Pasalnya, hampir selama dua bulan kawasan tersebut tidak diguyur hujan deras sehingga sumber air warga mengering.
“Yang kita optimalkan, yang kita dahulukan itu krisis air bersih. Karena hampir dua bulan hujan tidak ada, terus sumber-sumber air itu memang sudah kering. Masyarakat akan sangat membutuhkan air untuk kebutuhannya, minimal makan, masak, dan minum. Kalau air bersih tidak kita dahulukan, akan menimbulkan dampak turunannya, yang paling memungkinkan itu biasanya diare,” ujar Fathul Bahri.

Kepala Pelaksana BPBD, Fathul Bahri (tengah), didampingi anggota DPRD, Bung Tomo (kiri), serta Manager CSR, Maulana Eko (kanan), saat diwawancara awak media, Sabtu (22/8). Foto, Istimewa.
Selain itu, untuk mengatasi krisis air tersebut, BPBD menerapkan dua strategi distribusi. Distribusi jalur darat menyasar wilayah Sukadana, Teluk Batang, dan Simpang Hilir menggunakan mobil tangki. Sedangkan untuk daerah kepulauan seperti Kecamatan Pulau Maya, distribusi ditempuh melalui jalur laut menggunakan kapal penampung.
“Untuk di kepulauan, teknisnya kita mendistribusikan dengan menyewa kapal. Dari penampungan sumber air kita naikkan ke kapal, nanti kapal membawa ke kepulauan dan didistribusikan ke masyarakat. Hari ini kita akan distribusikan air bersih ke Kecamatan Pulau Maya, kapasitas satu kali distribusi sekitar 20.000 liter,” tambahnya.
Kemudian, aksi tanggap darurat ini juga sinergi bersama pemda, satgas kekeringan, DPRD, tokoh masyarakat, serta dukungan CSR dari pihak swasta seperti PT Harita. (Red)
